Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA
May 8, 2007 at 2:08 am 1 comment
Klo aku boleh memuji dosenku, pasti aku tidak akan lupa menyebut nama professor yang satu ini. Seseorang yang dari sisi peran dan semuanya bisa diteladani. Beberapa peristiwa yang membuat aku berhadapan langsung dengan beliau, selalu aku ingat. Beliau ini juga memberikan aku semangat, ketika beberapa orang menyebut namanya. Apa yang terjadi bukan merupakan rekayasa, dan ada yang benar-benar menjadi bahan pelajaran bagiku.
beberapa peristiwa yang aku sebutkan disini berhubungan langsung dengan beliau :
1. Acara Wisuda, satu hal yang tak pernah lupa ketika hari itu aku mendapatkan ucapan dari beliau “Selamat” saat aku telah menamatkan studiku di ITS. Senyum dan tatapan dingin dari wajah beliau memberikan aku semangat untuk meraih masa depanku. Why I can said about him? karena setiap kata-katanya pada saat pidato kewisudaan, selalu berisi pesan semangat untuk terus maju mencapai sukses masa depan, sebagai harapan bangsa, dan semangat 45. Aku sadar sampai saat ini hatiku masih terpaut erat di ITS, walau aku telah melalui kuliah tambahan di UI untuk menambah gelarku, hatiku masih biru ITS. Susah memang aku melepaskan nafas surabaya yang telah melekat erat dari diriku. walau hanya 3 tahun tapi semangat juang 45 itulah yang membuat aku mencintai Surabaya apalagi 10 Nopember (tapi kampung halaman nomer satu bos).
2. Peristiwa Subuh hari, beberapa kejadian yang saya masih ingat dengan pak Nuh, yakni
Setiap pagi beliau selalu sholat shubuh berjamaah di Masjid ITS, suatu kebiasaan yang susah dilakukan kecuali orang yang terpilih, pernah saya menemui beliau pada suatu shubuh (karena kondisi kost saya deket dengan rumah pak Nuh di perumdos) . Kala itu ada seseorang yang berjalan dari rumahnya menuju masjid. Pertama kali melihat (saya kurang jelas memandang dari jarak jauh) tampak seseorang itu seperti orang biasa. Saya kurang jelas dengan pandangan saya saat itu dikarenakan kondisi gelap masih pagi hari dan mata saya juga minus. Saya yang mengendarai sepeda motor, melihat sekilas ada orang berjalan menuju masjid dengan jalan kaki(pasti lah, namanya juga berjalan). Beliau terus berjalan sendirian, seingatku dengan pakaian dan sarung putih. Ketika itu saya naik sepeda motor semakin mendekati beliau, begitu mendekat saya menawari beliau untuk berboncengan ke masjid. Itung2 beramal lah…eh…ketika melihat mukanya kaget banget karena yang saya tawari bukanlah orang yang menurutku biasa tapi salah satu orang luar biasa di Indonesia, rektor saya, pak Nuh. Saat itu badanku kok langsung gemeteran sambil ngomong sesuatu yang gak jelas didengar pak Nuh. Tapi beliau menjawab dengan kata-kata bijak yang saya ingat sampai sekarang, beliau berkata, “Silakan..silakan..biar saya jalan saja, adik saja naik motor, pahalanya gede klo jalan apalagi klo sambil dzikir”. Kata-kata yang saya ingat sampai sekarang. Untuk selanjutnya hari itu posisi beliau sholat berjamaah disebelahku….hihihi jadi malu. Dan hampir tiap pagi beliau selalu sholat berjamaah bareng, sesuatu yang patut dicontoh.
3. Pagi hari, Seingatku, selepas sholat shubuh dua kali aku memergoki beliau sering bersepeda pagi berkeliling ITS dan PENS mengecek kondisi kampus. Toh pagi itu aku baru keluar dari lab Jarkom dengan muka awut-awutan abizz bergadang Tugas Akhir …eh ketemu dengan beliau di depan kampus baru d4 PENS, beliau sambil bersepeda, dan menyapa dengan senyum, bertanya kepada kami(klo gak salah dua orang, lupa satunya lagi siapa?) “Dari mana?” yah dengan pede kita menjawab dari lab pak abizz bergadang ngerjain TA, beliau menjawab kembali dengan do’a “semoga sukses.”
Kini mantan rektorku dan mantan direktur PENS ini sudah menjadi Menkominnfo, kita doakan semoga selama bertugas dilindungi Allah SWT, diberikan keringanan menjalani amanah yang diemban, dan diberikan kemudahan membangun bangsa. Amien
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .
1.
tjahjo | March 11, 2009 at 6:56 am
mhn infonya, saya menemukan blog yang sangat melecehkan umat islam, saya ingin melaporkan tp nggak tau kemana. Mhn infonya. Blog tsb teswordpress.wordpress.com Thanks