Lo seleksi, Gua seleksi
January 1, 2009 at 7:26 pm Leave a comment
hihihih…baru bisa posting lagi. Yup, sekarang lagi coba bahas masalah pacaran neh. Umumnya orang mengenal masa ini sebagai masa pengenalan diri, penjajakan dan masa dimana kita mencari yang terbaik.
Untuk tujuan yang terakhir dimana semua orang berharap mendapatkan yang terbaik, proses seleksi perlu dilakukan dengan teliti. Kenapa? karena kita tidak hidup untuk beberapa hari namun sampai nanti…sampai mati (mirip lagunya letto..hehehe)
Sebelumnya, proses seleksi ini merupakan proses sebelum dilakukan komitmen (lamaran) ke arah pernikahan. Sangat penting sebelum memasuki dunia baru.
Ada beberapa pendapat mengenai proses seleksi ini,
pertama, seorang cew/cow ketika proses ini dipaksa oleh pasangannya untuk serius dan berkomitmen dengannya dari awal dia bertemu (masih dalam kondisi pacaran). Permasalahannya : apakah pada kondisi ini hanya dibutuhkan cinta saja……Jika salah satu pasangannya, pada suatu saat ada yang mendekati. Sedangkan yang mendekati pasanganya dari sisi pribadi (akhlak), sisi ekonomi dan masa depan yang lebih baik….apakah masih dipertahankan kondisi kesetiaan dengan pasangan?? Apakah kita bisa bahagia ketika pasangan kita akan lebih baik dengan orang yang mendekatinya tersebut..??
kedua, seorang cew/cow ketika proses ini memberikan kebebasan kepada pasangannya untuk menyeleksi siapapun yang dekat dengan dia asalkan ketika mereka bertemu tidak ada orang lain yang mengganggu mereka. Dengan kata lain, ketika pasangan tersebut bertemu..rasa cinta dan sayang hanya untuk pasangannya. Namun ketika komitmen(lamaran) terbentuk, harus konsentrasi pada satu pihak yang akan dinikahi dan melupakan semua yang mendekati. Disini dimulai untuk setia kepada yang terbaik, memberikan semua dan berkorban semuanya. Permasalahannya : disini cinta dibutuhkan hanya sesaat pada proses seleksi tersebut, jika seorang cew/cow sudah terlanjur sayang dengan pasangannya dan pasangannya memilih orang lain yang lebih baik darinya. Siapkah cew/cow tersebut sakit hati untuk berpisah?
Ketiga, seleksi dilakukan dengan menyertakan orang tua. seorang cew/cow melakukan pencarian pasangan dengan menyertakan orang tua ketika pertama atau kedua kali bertemu. Mungkin banyak orang masih memilih jalan ini. Ada kalanya baik bagi si cow/cew karena orang tua sudah banyak pengalaman dengan hal ini. Permasalahannya : Apakah jaman siti nurbaya masih berlaku di jaman ini? bagaimana hak anak ketika orang tua tidak menyetujui sedangkan anak lebih cocok dengan pasangannya ini? Apakah keputusan orang tua selama akan baik kepada anak?
Keempat, seleksi diajukan dengan meminta bantuan seorang yang dipandang mampu memberikan kriteria yang baik. Misalnya : seorang kyai/ustadz/pendeta/biksu diminta untuk memilihkan jodoh untuk seseorang. hal ini masih bisa dilakukan karena kriteria pemilihan bisa diberikan sesuai yang diminta cow/cew tersebut. Permasalahannya : kita hanya bisa melihat seseorang yang dberikan kyai/ustadz/pendeta/biksu tersebut, kita tidak bisa melihat dan menyelami orang lain di sekeliling kita.
menurut anda mana yang terbaik………?
Klo menurut saya, saya lebih memilih untuk yang kedua….namun tidak melepas kemungkinan yang keempat juga.
Entry filed under: curhat. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed